Traffic in Manado Part 1

Annoying yet amusing…
15 January 2009

Pernah bertanya ‘lalu lintas mana yang paling ribut di dunia ini’?
Tidak penting ditanyakan memang, saya hanya membuka wacana berdasarkan fakta.

Well…seorang teman beberapa minggu yang lalu membuat pernyataan: Manado city is the noisiest traffic in the world. Ada beberapa alasan yang membuatnya mengeluarkan pernyataan tersebut. Pertama; belum pernah keluar negeri, dunianya masih hanya Indonesia barat dan Indonesia timur…dan baginya itu dunia yang luas dan mahal. Kedua, seminggu sebelumya teman ini ke Jakarta – yang semua orang kenal sebagai ‘the’ most crowded and noisiest traffic in the ‘world’ (wider world than Indonesia world). Setelah pulang kembali ke Manado, dia membandingkan lagi. Hasilnya: Jakarta kalah! (Oh, bukan! Ini bukan pertama kali teman ini ke Jakarta, tetapi ini pertama kali dia benar-benar membandingkan level keributan itu…ingat level keributan, bukan kemacetan!)

Kiapa bagitu dang? Kok bisa?
Sudah pernah ke Manado?
Angkot atau oto publik berwarna biru – tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda. Jenis (atau model atau type)nya Carry. Penumpang total 9 orang tambah sopir 1 orang. Tariff ongkos sejak Juni 2008 – belum ada penyesuaian setelah harga BBM turun 2 kali, hari ini yang ketiga – 2300 rupiah. Dengan 2300 rupiah 9 orang penumpang berikut setiap tempat dan pengisinya disenangkan atau…dipusingkan. Bila di Jakarta atau di kota besar lainnya lalu lintas berisik karena suara klakson yang sahut menyahut, maka di Manado jalanan berisik banget karena hampir semua angkot memutar lagu dengan volume besar dan dukungan bass di level tinggi. Sekedar info, angkot di Manado tidak kalah mewahnya dengan mobil pribadi bila dilhat dari audio car system – DVD, VCD, MP 3 player lengkap dengan speaker, sub woofer plus toa. Dentuman bass di level 9 (kalau top level-nya 10) biasanya bikin ibu-ibu mengelus dada. Kaca-kaca jendela kost saya yang persis di samping jalan menjerit hampir pecah berdetik-detik lamanya setiap kali dentuman ini melaju dan lalu mengalirkan getaran yang bukan sekedar membuat aliran darah di jantung lomba lari tapi juga memicu mulut mengeluarkan kata-kata makian,’ ga ada yang lebih kencang oom????!!!’. Kebayang kan kalau angkot ini ngetem di depan kost? Ah, berbahagialah orang yang rumahnya jauh dari jalan raya … di Manado. Belum lagi kalau angkot tersebut dilengkapi toa – yes! Toa man! – (Anda bisa buat sendiri list apa saja yang sanggup dibangunkannya.)

Nah, mari berhitung sadiki saja.
Anggap di kota Manado ada 1000 angkot dengan kemungkinan 80 % dilengkapi audio car tools, 50 %-nya dengan toa…
Berapa decibel gerangan getaran yang bertabrakan? Berapa orang yang sudah ‘pergi’ karena tidak kuat getaran itu? Berapa orang yang menambah tabungan dosa karena mengeluarkan hujatan meresponi gangguan tersebut?

Tetapi seperti warga daerah LIK di Semarang yang sudah terbiasa dengan banjir sepanjang tahun, mungkin begitu juga dengan warga Manado. Akan aneh rasanya ketika jalanan Manado minus pertarungan musik angkot…as I said, annoying but somehow, amusing…

Advertisements

One thought on “Traffic in Manado Part 1

  1. heheehehehe…sama dek kayak di tangerang. mungkin teman mu harus pay a visit to tangerang. bandingkan jg level noisy sound nya dan dia jg pasti akan terkejut, annoying yet amuzing

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s