Pisang Goreng dan Anniversary

Hari ini 1 tahun + 1 hari hubunganku dengannya.
Dan aku harus terlewat 100 meter dari tujuanku sebenarnya demi berpikir-pikir,”…kayaknya kemarin bukan cuma Hari Air Sedunia aja deh…” di angkot Wonasa Tenga ( dengan bunyi ‘e’ seperti pada ‘tempe’).

Lebih dari 100 potong pisang goreng jadi korban dari awal. Selalu mengenai pisang goreng. Pisang goreng bertabur coklat dan mahal di Tinoor. Pisang goreng super besar dan enek di Tikala. Pisang goreng Manalagi yang super lama di Bahu. Pisang goreng agak keras di Boulevard. Pisang goreng dan rica roa Starbuk buk murah dan ramah. Pisang goreng sate ala kampus dan paling bersahabat dengan perutku. Bersahabat dalam waktu tertentu sebelum tingkatan kolesterol dan kepentingan profesi membuat keputusan final.

Baru saja kata dia,”Bersyukur… Tuhan menjaga selama ini.” Dan pisang goreng membawa semua racun dan virus perusak itu setiap paginya manakala jam-jam biologis berdetak. Terimakasih penemu pisang. Terimakasih petani pisang. Terimakasih penjual pisang goreng. Terimakasih penjual pisang meja. Terimakasih Je.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s