Makan malam (terpaksa) romantiz

MAKAN MALAM (TERPAKSA) ROMANTIS

Dua malam yang lalu dan malam sebelumnya saya dan Audy makan malam romantis. Ditemani sebatang senter biru tua berukuran sedang yang baterenya hidup -segan- mati -tak-mau. Kok ga pake lilin sih? Ga ada. Emang penting ya? Ga banget! Begini ceritanya (intonasi versi acara horor di RCTI dulu…apa yah namanya?)

Hampir setiap hari dari jam 5.45 sampai jam 7.15 sore atau jam 8.30 sampai 9.15 WITA listrik padam di kawasan DELTA FM Manado, Kampung Arab. Kalau awal-awal dulu masih agak jengkel karena udah siapin bahan-bahan siaran, udah readi siaran dengan performa terbaik setiap malam (cieee..). Lama-kelamaan hanya bisa,” hhhh…cuape deh,” dengan bola mata memutar ‘whatever’, hidung mengembang, mulut terkunci tapi memanjang sambil kepala di miringkan dan bahu terangkat, dan buru-buru mematikan UPS dan pemancar.
Tiga malam lalu, Audy yang setia menemani, seperti biasa sedang melahap semua koran yang ada saat listrik padam dan UPS tiba-tiba berbunyi tit tit tit kayak anak ayam dicekik. Di saat yang sama saya dan Audy juga sedang nyambi makan malam. Sepiring dan sesendok berdua. Listrik tidak terprediksi akan nyala lagi jam berapa padahal perut so protes-protes kayak angkot yang pada demo sehari sebelumnya. Satu-satunya penerangan yang disediakan kantor untuk situasi gawat seperti itu hanya senter biru tua dengan cahaya yang hampir-hampir menyerah hidup. Puji Tuhan!

Jadilah kami melanjutkan dinner romantis dengan modal senter. Tapi karena ruangan benar-benar gelap, cahaya senter tidak cukup menyilaukan mata, dan kami butuh melihat nasi yang sedang disendok jangan sampe duri ikan tersendok dan termakan, maka tanpa ngomong, acara bergiliran makan pun terjadi. Saya nyendok duluan, tangan kanan nyendok makanan dan tangan kiri megang piring, dan di saat yang sama tangan kanan Audy menyorotkan senter ke makanan dan tangan kirinya megang piring….dan aaamm..saadaaaap! terus tiba giliran Audy yang nyendok, kemudian saya lagi.

Tapi capek ah…harus ganti-ganti terus. Akhirnya saya yang pegang senter dan Audy nyuapin saya.

Romantiz yee…terpaksa! Daripada keroncongan, daripada tunggu listrik nyala, daripada ngarepin janji-janji pemerintah ‘supply listrik akan lebih baik dengan adanya WOC’…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s