Bermain Cinta …upz!!! Awas Terbakar!

“Aku mau pindah agama aja!” saya ingat pernah ngomong begitu dulu, zaman masih kuliah semester 6 – masa paling membosankan di dunia perkuliahan. Sahabat baru saya, yang beda agama dengan saya, tidak begitu tertarik tetapi juga tidak begitu mendukung. “ Bukannya lo yang paling getol nyuruh gw setia?” hanya begitu responnya sambil mengembuskan asap rokoknya.

“Gw mau pindah ke agama Cinta!” Baru dia menunjukkan sedikiiiit perhatian. Meletakkan rokoknya di asbak. Memutar badan penuh ke arah saya. Tersenyum ‘udah gila lo ya…cinta lagi cinta lagiii’. Tapi segila-gilanya seseorang, seorang sahabat pasti akan selalu memberikan telinganya. “Gw ga dengar Departemen Agama mengumumkan agama baru!”

“Baru gw ciptain… agama Cinta Di Bawah Otoritas Yesus Kristus…”. Dan saya ditertawai.

Sampai sekarang saya masih menganut itu (itu = lihat ke atas). Masih terus mengagumi cinta dan belajar soal cinta. Saya ingat rasanya, masih, dan ingin terus merasakan ketika memberi cinta dan jatuh cinta secara universal dan personal, ada energi yang mengalir di setiap sel-sel darah dan melalui seluruh tubuh lalu menggerakkannya menjadi lebih hidup. Hingga bibir pengennya senyuuuum aja, badan rasanya ingin menari, dan kepala dipenuhi musik jazz. Kalau bahasa saya pada masa paling membosankan itu: terjadi reaksi kimia, pembakaran dan ledakan-ledakan kecil yang membuat hidup semakin hidup!

Ngomong-ngomong soal reaksi kimia (chemical reaction), jadi ingat juga minggu lalu saya mengikuti orientasi ‘Knowing Fire’ di kantor. Sebelum memulai materi, trainernya bertanya,” What do you expect from this orientation?” Seperti peserta lain, saya berharap akan tahu apa itu api, penyebab kebakaran, mengantisipasi kebakaran,dan apa yang harus dilakukan kalau kebakaran terjadi. Ada 4 komponen penting yang harus ada agar agar api bisa timbul: oxigen (oksigen), heat (panas), fuel, dan chemical reaction (reaksi kimia). Salah satunya absen…no fire! Sedangkan sifat alami api adalah fast, hot, dark, dan deadly! Singkat aja, cara terbaik menghindari api adalah dengan menjauhkan salah satu komponen dari yang lainnya.

Jadi teringat lagi, ratusan jam yang lalu salah seorang sahabat saya begitu bersemangat bercerita tentang chemical reaction atau chemistry ini di tengah malam suntuk. Saya merekam setiap kata-katanya walau sambil menahan kantuk. Bukan karena saya merasa tidak enak tetapi karena saya seperti merasakan energi yang dia salurkan melalui kejujuran dan tatapan penuh harapnya. Beberapa lawan jenis pernah dan saat ini sedang mendekat. Saling menghargai ada (saya menganggap ini oksigen), nyambung iya (fuel), daya tarik fisik juga bolehlah (heat) tapi boo…kemana perginya chemistry itu ya? Api itu tidak pernah muncul. Dicoba aja? Lebih ga mungkin lagi. Jangan sampai terjebak dengan kondisi ‘saya harus punya pacar karena udah ngebet dan teman-teman da berpasangan semua…tapi kemudian tutup buku sebelum ulang tahun berikutnya tiba…karena chemistry itu tersesat entah dimana!’ Hence, being in love is waaaaay to go.

Saya jadi salut. Dua hal: kesetiaannya dan kejujurannya. Setia bahwa Yang Ditunggu itu akan tiba. Jujur akan perasaan ‘…tapi sudah tidak sabar menunggu Yang Ditunggu itu saat ini untuk berbagi’. Kompleks tapi nyata. Saya sedang menduga-menyalakan senter –meraba-mengintip isi hatinya meski dia mencurhatkannya dengan tawa dan senyum semangat “ I am fine!”.

Malamnya, saya nonton Ally McBeal…lagi-lagi soal chemistry dan pasangan sejati yang membuat kita selalu merasa jatuh cinta (baca: terbakar) setiap hari. “Pikirkan, ada sekitar 7 milyar orang di dunia, berapa kesempatanmu untuk bertemu dengan pasangan sejati?” begitu pernyataan John pada Ally setelah Ally menolak cintanya dengan alasan tidak ada chemistry.

Jadi ingat lagi, saya sangat kedinginan saat orientasi…suatu ironi, soalnya saya lagi belajar tentang api tapi ga ada prakteknya – menimbulkan api dan mematikannya. Cuma pintar teori. Mirip mungkin sama quote dari Ally McBeal ini:

The funny thing about love… it is the only game you’ll lose by refusing to play…”

Sama seperti ketika orang sibuk mempelajari akan bagaimana kalau jatuh cinta, kalau sakit hati ga usah ah…akhirnya kedinginan kayak saya yang belum juga praktek membakar dan mematikan api setelah orientasi berakhir berhari-hari.

Advertisements

2 thoughts on “Bermain Cinta …upz!!! Awas Terbakar!

  1. nice quote from Ally… so take part in the game, but don’t flirt with fire or otherwise u’ll get urself burnt..
    I miss dancing the Ally and the gank’ dance with u, btw 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s