aku harus sehat, aku bersumpah!

Genap seminggu aku tidak kerja karena penyakit sialan ini. Tapi ntar dulu. Kata ‘sialan’ini harusnya kutekankan dengan nada syukur. Yeah, I know it’s weird. Karena kalo bukan karena penyakit ‘sialan’ini aku tidak akan sampai pada pemikiran ini. Yeap! Manusia memang aneh. Ada bayi dulu yang meninggal baru pelayanan rumah sakit diperbaiki. In my case, menderita sakit ‘sialan’ini dulu baru punya a brand new perspective.

Rabu malam lalu (13 Maret 2013), ceritanya serombongan penyakit ringan sepakat menyerang dan menjatuhkanku. Pilek, batuk, sakit kepala, diikuti demam dan nyeri otot super nyeri. Maka istirahatlah aku dari Kamisnya. Sabtu sore, ketika semua penyakit kecil itu berangsur pulih, penyakit ‘sialan’itu berteriak ‘gw mau elu apain?’ Dan lambung gku perih bukan main. Maag kambuh!

Sebenarnya tidak sepenuhnya kambuh. Karena 2-3 bulan ini belakangan gejalanya selalu mengisi hari-hariku (cieee)…mual, perih, dan segala makanan seperti ga berasa. Tapi Sabtu itu lebih perih dari biasanya. Jadi ke dokterlah aku. Setelah mendengarkan keluhanku dokter sarankan untuk teropong lambung. Dan setelah menimbang-nimbang 5 – 10 tahun kedepan, aku rela.

Aku sudah puasa dari tadi malam jam 23.30. jam 10.30 tadi pagi, dokter masih ada konsultasi dengan pasien lain padahal jadwalku jam 10.00. aku menghilangkan rasa kuatir akan pemeriksaan dengan maen game onet di cellphone. Disampingku suamiku senyum-senyum, sesekali tertawa kecil membaca artikel-artikel oleh anak didik dan tutor di Yabim, Depok. Rambut depannya berdiri bak Tintin, kaki kanan diangkat ke atas kaki kiri dan bundelan artikel itu sepertinya asik-asik aja dipangkuannya. Ga ada beban, ya rambutnya, ya bahunya, ya kakinya apalagi senyumnya. Dan dia sangat jarang sakit. Beda dengan aku yang belakangan ini sepertinya selalu diintai maag dan lainnya.\

Jam 11.15, tiba saatnya diperiksa. Setelah chit-chat sedikit dengna dokter Dharmika, spesialis Gastroendoskopi (kalau ga salah ini judulnya), dimulailah teropong lambung. Aku berbaring miring. Dokter menyemprotkan bius lokal ke mulutku 5 kali. Kebas dan tebal mulai terasa sampai akhirnya susah menelan. Di mulutku dikasih penyangga bibir, bentuknya bulat berlubang untuk memasukkan alatnya ke lambungku. Semacam tali seukuran jari telunjuk berwarna hitam. Diujung ada semacam kamera dan lampu kecil dan di sepanjang tubuhnya/tali itu ada tulisan penunjuk ukurannya dlm cm.

Aku tidak tahu sepanjang apa alat itu masuk ek dalam lambungku. Tapi sangat tidak nyaman. Seperti mengaduk-aduk isi perut tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Takut tindakan kecilku – apapu itu- hanya membuatku makin sakit. Hanya menunjukkan ekspresi tidak nyaman lewat mata yang berair dan suara tercekat. Oh, sangat tidak nyaman. Padahal dokter dan suster sudah berlaku sangat lembut. Saat alat itu diputer2 didalam lambung/usus/perut – whatever – seperti liso, aku berjanji ini terkahir kalinya ada barang/alat yang masuk melalui mulutku dan anggota tubuh lainnya. Tidak akan ada lagi. aku harus sehat. Aku tidak suka dengan perasaan tersiksa ketika ‘diaduk-aduk’itu. Aku harus bisa.

Ketika proses penyelesaian administrasi, aku duduk di salah satu kursi di lobi rumah sakit. Sepanjang mata memandang, orang tua. Hampir semua. Jadi inilah yang disebut-sebut di banyak quotes ‘masa muda dihabiskan untuk cari duit, masa tua untuk menghabiskan duit itu berobat’.

Oh, man! Aku tidak mau begitu. Aku ingin di masa tuaku aku tidak merepotkan siapapun karena aku sakit. Aku ingin tetap aktif dan melihat cucuku berkarya, atau berkarya bersama mereka. Dan aku harus mulai sekarang. Aku harus sehat, aku bersumpah.

Tebet, 21 Maret 2013
ditulis sehabis kontemplasi di atap rumah, diiringi kicauan burung dan semilir angin sore

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s