Nge-Date Nyookk…

Bagi Anda yang sudah menikah, khususnya yang sudah punya anak, kapan Anda terkahir nge-date alias pergi keluar berdua aja khusus untuk pacaran aja?(Berdua = Anda dan pasangan sah yaa 😀 ) Wah, udah lama bangeet. Pernah sih, tapi lupa kapan. Hmm…ga pernah kayaknya, pasti ada anak. Kalau jawaban Anda bebeti – beda beda tipis dengan itu, berarti Anda ga sendiri. Banyak pasangan yang seperti itu. Begitu sibuknya kerja, senin sampai jumat, subuh sampai larut (ini termasuk pulang pergi, ini Jakarta cyiinn…) jadi waktu luang yang ada, sabtu minggu digunakan untuk bermain dengan anak. Kalau untuk orang Batak, 1 atau bahkan 2 hari tersisa itu sering kali masih disabotase lagi sama pesta, maradat, arisan dan pesta lagi, maradat lagi dan arisan lagi. Ga ada yang salah dengan itu. Sangat normal. Kalau Anda sudah memutuskan punya anak, ya Anda memang harus tanggung jawab penuh. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan fisiknya tapi lain-lainnya yang jauh lebih penting. Anda selalu meluangkan waktu untuknya supaya dia tahu bahwa Anda ada untuknya, bermain dan berkomunikasi dengannya supaya Anda tahu milestonenya. Itu adalah contoh bentuk kasih sayang dan perhatian orangtua pada anak yang tak tergantikan dengan materi.

Kembali ke pertanyaan pertama. Kapan?
Dua stengah minggu lalu, pemberi firman bercanda di sela-sela khotbahnya tentang dia dan istrinya yang rutin pacaran, nge-date. Kata dia, itu selalu merefresh kembali hubungannya dengan istrinya secara personal dalam banyak hal.
Saya jadi ingat, di akhir Desember tahun lalu, saya dan suami nge-date untuk pertama kalinya setelah punya anak (itu artinya, setelah 2 tahun 1 bulan…oh my God!), untuk bikin resolusi di tahun baru. Hmm, ga bisa dibilang nge-date ya kalo gini, semi-lah. Salah satu isi resolusi itu adalah nge-date, sekali sebulanlah. Sekali lagi, berdua aja. Tapi, resolusi tinggal resolusi. Ga ada catatan keluar nge-date setelahnya.

Penting ga sih?

Penelitian dan buku-buku bilang banyak hubungan suami istri yang sudah punya anak jadi hambar karena banyak faktor. Usia perkawinan tidak selalu menjadi factor. Toh, banyak baru beberapa bulan, udah cerai. Jam kerja yang tinggi, pulang-pulang udah capek. Pengen istirahat, ga bisa, ada yang antre perhatian, anak dan pasangan. Belum lagi, kita terlalu disibukkan dengan kebutuhan gaul di jejaring sosial – facebook dan kawan-kawannya. Akhirnya semua tuntutan ini ga terpenuhi. Kalau untuk pasangan yang keduanya sangat sibuk, bisa dihitung berapa jam mereka dalam sehari ngobrol langsung, bukan via bbm, whats app, line, dll loh yaa. Apalagi dengan anak. Lama-lama, ga semua yaa, banyak hubungan suami istri yang jadi kayak dua orang teman yang hidup di bawah satu atap. Cinta masih ada, tapi ga in love lagi. The ‘it’ atau ‘x’ factor, kayak di X-Factor talent show itu, udah menguap. Ga ada lagi rasa-rasa yang selalu pengen bikin ketemu dengan pasangan kayak pacaran dulu. No more passion. Hmm…itu terlalu ekstrim. Less passion lah.

Trus, karena tersentak dengan candaan si pengkhotbah, saya ama suami teringat rencana. Iya yaa… Lalu nge-date lah kami satu setengah minggu yang lalu. Inipun tidak bisa dibilang murni cuma pacaran doang. Karena masih ditambah embel-embel ‘sambil benerin laptop’, ‘sambil itu, ini, ono’. Di beberapa jam terakhir baru bisa nikmati nge-date. Ngopi sambil ngobrol, berdua aja. Hanya sedikit jam tapi banyak hal baru yang tereksplor, dibicarakan, didiskusikan, dijelaskan lagi, sampai pada kesepakatan. Saya merasa segar setelahnya. Ada pandangan baru tentang diri saya sendiri, tentang suami, tentang hubungan kami, tentang cara kami membesarkan anak, dll. Saya juga makin akrab dengan Jakarta. Karena lokasi nge-date ini akan berbeda kedepannya. Sambil nge-date sambil mengenal sudut-sudut Jakarta. Jadi, siapa bilang kalau sudah menikah dan punya anak, masa nge-date berakhir? Justru era itu baru saja dimulai dan lebih seru. Karena Anda tidak perlu lagi berpura-pura manis, sopan, menjadi orang lain seperti gaya pacaran masih single dulu… mau ngakak dengan suara cempreng, monggo, ga perlu nutup mulut nahan suara. Anda menjadi diri sendiri. Itu adalah kebebasan.

Soo…nge-date nyoookkk 😀

#tuh kan, ga ada foto kami berdua…next time yaa 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Nge-Date Nyookk…

  1. Jangankan punya anak, hidup bersama berdua juga bisa buat kita menganggap biasa kehadiran pasangan. Setelah hidup berjauhan untuk sementara misalnya, baru deh terasa hehehe…. So, mari kita ngedate 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s